RFID, Radio Frequency Identification, merupakan perangkat yang dapat menyampaikan data yang tersimpan didalamnya pada saat dikenai gelombang radio dengan frekuensi tertentu.
Setelah kemaren membaca soal kartu jalan tol ditempat om Priyadi yang kemungkinan menggunakan RFID, saya jadi teringat akan konsep di angan-angan tentang pemanfaatan RFID ini di supermarket untuk menggantikan metode barcode yang saat ini marak digunakan.
Jadi pada prinsipnya seperti ini, RFID yang besarnya kurang lebih 2×1 cm2 ditempelkan para setiap produk yang dijual, maka konsumen yang membeli tinggal memilih barang dan dimasukkan ke keranjang, yah.. sama lah seperti kita belanja di supermarket biasa. Nah.. yang berbeda yaitu pada saat kita sampai di kasir ingin membayar. Dengan menggunakan RFID, mbak penjaga kasir tidak perlu membongkar keranjang belanjaan satu persatu, tapi cukup satu keranjang itu dilewatkan ke pembaca RFID, maka seluruh barang yang ada didalam keranjang tersebut akan dengan mudah terindentifikasi baik jumlah juga jenisnya, sehingga begitu keranjang selesai melintasi pembaca RFID ini -yang kurang lebih tidak mencapai 1 atau 2 detik- di mesin kasir sudah tertera jumlah uang yang harus dibayarkan. Proses transaksi pun menjadi berjalan lebih cepat, makin terasa bagi keluarga yang memborong barang di supermarket sampai dua trolley saat lebaran
.
Yah.. itu tadi kelebihan-kelibahan dengan menggunakan RFID, tapi setelah pemikiran tadi dikembangkan.. akan banyak hal-hal yang malah menjadi lebih merepotkan..
Untuk menggunakan RFID, maka setiap produk, yah.. SETIAP produk, harus ditempeli menggunakan RFID, ini membutuhkan tenaga sendiri untuk menempeli setiap produk masuk ke supermarket dengan tag RFID ini.
Pada proses pembayaran, tentunya tag RFID ini harus “diikhlaskan” turut terbeli beserta produk, karena jika pemilik supermarket ingin menarik kembali RFID yang digunakan maka perlu tenaga ekstra juga untuk melepaskan RFID yang tentunya di lekatkan dengan kuat di kemasan produk tanpa merusak kemasannya itu sendiri. Dengan turut terbelinya RFID, maka harga tiap produk harus di tambahkan dengan harga satu biji RFID kalau tidak ingin rugi.
RFID yang terbeli pun juga harus dapat dikenali sebagai item yang terbeli, sehingga jikalau kedapatan orang yang iseng, RFID itu tidak dapat lagi dicacah oleh pembaca RFID yang menyebabkan kekacauan transaksi.
Walau penggunaan RFID di supermarket di Indonesia, khususnya Yogyakarta, masih dibilang cukup repot, ternyata di Amrik sono, Wal-Mart, Target Corporation sudah menerapkan dengan penggunaan EPC RFID sebagai alat bantu pengenalan barang. Tidak hanya di Amrik, di Kerajaan Bersatu Britania Raya pun, Tesco juga menggunakan EPC RFID. Jika dilihat dari kabar-kabar tentang RFID dan toko-toko besar diatas, sepertinya mereka menerapkan model dimana EPC turut dibeli oleh konsumen. Bagi mereka hal itu tidaklah masalah, karena menurut merka harga satu biji EPC RFID hanya seharga lima sen US Dollar atau sekitar 500 Rupiah. Murah yah? ah.. tapi entahlah kalau bener-bener di pakai di Indonesia apakah harganya masih 500 Rupiah apakah melonjak menjadi 5.000 Rupiah
.
Di Indonesia pemanfaatan RFID masih tergolong hal baru. Anda ingin turut mengembangkannya juga? Masih banyak lahannya lho..
baca juga:
- Solutions – The EPC Network
- RFID Journal – A 5-Cent Breakthrough
gambar diambil dari:
http://en.wikipedia.org/wiki/Image:EPC-RFID-TAG.jpg




Wah ….mas faithtear pengamat teknologi elektronika juga nih.
emangnya mas faithtear punya koneksi di Industri y? Berarti ada orderan baru
“Anda ingin turut mengembangkannya juga? Masih banyak lahannya lho… ”
Boleh juga tuh …
@Astonix
Halah.. bukannya punya koneksi sih.. tapi siapa tahu mungkin anda mau mendirikan industri RFID ini..
Kayaknya rencana menuju itu sudah ada kok, nantinya barcode pada botol2 sampo dll akan tergantikan oleh rfid (menurut seminar tentang rfid pada th 2002 di singapore). Cuma apakah Indonesia akan cepat tanggap terhadap sebuah teknologi atau sebatas proyek saja (dulu, kalau ngak salah busway Jakarta pakai kartu rfid tapi gatenya ngak pakai rfid reader, cuma ember buat nampung kartu) hehehe …
@ gde
iya.. sepertinya juga begitu.. karena sepertinya, saat ini biaya untuk invenstasi rfid tidak sebesar hari-hari berikutnya. Kita tunggu saja, kapan penerapannya
wah, mantap juga nih buat di gunakan untuk absensi menggunakan id card, tapi apa bisa di masukkan dalam id card sebelum dilaminating ?
@ @lfinae
bisa bisa
secara fisik, RFID termasuk kuat kok. Selain itu, suah ada juga yang menerapkan presensi menggunakan RFID ini..
RFID memang menarik, sudah banyak klien kami yang menggunakan RFID untuk keperluan perusahaan mereka. Memang kita termasuk ketinggalan dalam menerapkan teknologi tersebut, tetapi kami yakin dalam waktu dekat akan terjadi booming.
Danny
dtechindonesia.com
mas faithtear, saya tertarik banget neh dengan teknologi rfid ini, soalnya seperti yang @gde tulis,kata dosen saya juga, prospek teknologi rfid ini ke depannya juga sangat cerah,dan karena itu tugas akhir saya pun mengambil tema rfid ini. saya mohon bantuan mas faithtear untuk membantu pengerjaan tugas akhir saya ini,,oke mas?trims
@ mahendriyo
wah.. tugas akhir degnan tema rfid..
bagus itu.. saya dukung dan semoga sukses dengan tugas akhirnya..
Yth. saya juga punya tugas mengenai RFID, bisa ndak bapak mebantu saya dalam hal ini, sekaligus kalau bisa untuk konsultasi. saya sangat berharap bapak membalas email saya. salam
@suendri
membantu dalam hal apa? resource saya perihal RFID sangat sedikit..
tapi bersyukur kalau bisa membantu
awalnya saya searching tentang RFID di mbah google, akhirnya ketemulah blog ini.
berhubung rencananya saya juga ingin mengambil Tugas Akhir dengan tema RFID (kayak mahendriyo), tapi saya tidak begitu mengerti tentang teknologi RFID, tapi kalo membaca sekilas komentar dari temen2 kayaknya sangat menarik. Jadi, tolong pencerahannya ya mas Faithtear.
Rencana awal saya study kasus saya adalah untuk presensi untuk praktikum maupun presensi dosen di kampus saya. (kayak yang mas sebutin di atas). Tapi saya belum tau teknis nya seperti apa.
terima kasih mas.
Gunawan M
Industrial Engineering IT Telkom
@GoenS
RFID sebagai presensi juga bisa.. Teknisnya nanti informasi yagn dipegang mahasiswa dan dosen berbeda-beda, nanti begitu melewati reader yang terpasang di pintu misalnya.. program akan mencacah sebagai kehadiran
Okeyh mas, terima kasih atas tanggapannya,. jadi tambah penasaran. Kl mas faithtear bersedia, tlg jelasin secara rinci (by email wae),,hehehe,,soalnya saya masih blum ngeh dengan itu.
Nah, seperti yang mas ungkapkan pada tema ini kan masalahnya pada tag yang harus dimiliki setiap orang donk.. (duh,malah tambah mumet,,hehehe)
emang software yang biasa digunakan apa mas..
masalahe, barang dan software pun saya belum melihatnya secara nyata,,hehehe,,
terima kasih banyak mas
Check out our website for more info on RFID Technology.
We do RFID RTLS Wireless Sensor Network.
You can email us your questions to info (at) ecosensa.com
matap …..kalau bisa kita realisasikan aja
itu sudah biasa.
setelah mendapat info tentang RFID, langsung saya cari tau…
walaupun masih belum mengerti sistem kerjanya seperti apa, tapi saya tertarik ingin menggunakan teknologi RFID sebagai acuan untuk bahan tugas akhir saya…..
kalau boleh tau, RFID ini bentuknya seperti apa yah mas? dan harganya berapa…..
thanks berat
@casper
bentuknya kurang lebih bisa seukuran chip SIM card untuk ponsel.. harganya saya sendiri juga kurang hapal.